Urutan yang paling sering terjadi begini: pembeli survei unit, cocok, bayar booking fee, berkas KPR masuk ke bank, lalu tiga minggu kemudian datang surat penolakan. Alasannya satu kalimat, biasanya soal riwayat kredit. Uang sudah keluar, jadwal developer sudah jalan, dan pembeli baru tahu isi catatan kreditnya dari pihak yang menolaknya.

Laporan yang dibaca bank itu bukan dokumen rahasia. Namanya SLIK OJK, dan siapa pun boleh menarik salinannya atas nama sendiri lewat iDebKu, aplikasi web resmi OJK di idebku.ojk.go.id. Gratis, tidak dipungut biaya, dan hasilnya masuk email dalam 1 hari kerja. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk menunggu bank yang memberi tahu.

 Tarik iDeb sendiriMenunggu hasil dari bank
Kapan Anda tahu isinyaSebelum booking feeSetelah berkas diproses
BiayaGratisGratis, tapi booking fee sudah keluar
Waktu tunggu1 hari kerjaMengikuti antrean proses kredit
Ruang untuk memperbaiki dataTerbuka, belum ada tenggatSempit, jadwal sudah berjalan

SLIK OJK, dan kenapa orang masih menyebutnya BI Checking

Sebutan "BI Checking" itu warisan lama, dari masa sistem informasi debitur masih dikelola Bank Indonesia. Sekarang yang mengelola adalah Otoritas Jasa Keuangan lewat Sistem Layanan Informasi Keuangan. Isinya sama: rekam jejak fasilitas kredit Anda di lembaga keuangan yang terdaftar.

Yang masuk ke sana bukan cuma KPR atau kredit mobil. Kartu kredit, kredit tanpa agunan, cicilan barang di multifinance, sampai paylater dari penyelenggara yang melapor ke SLIK, semuanya tercatat lengkap dengan status pembayarannya. Makanya laporan ini sering memuat hal-hal yang pemiliknya sendiri sudah lupa.

Data debitur (iDeb) yang Anda tarik sendiri isinya identik dengan yang ditarik analis kredit bank. Bedanya cuma waktu: Anda bisa melihatnya sebelum mengajukan, bank melihatnya setelah.

Alur pendaftaran iDebKu, dari awal sampai email masuk

Prosesnya dikerjakan sendiri lewat browser, tidak perlu datang ke kantor OJK dan tidak perlu calo. Siapkan dulu dua hal yang jadi syarat wajib:

Dua berkas itu yang paling sering bikin pendaftaran gagal, biasanya karena foto diambil buru-buru di ruangan gelap atau kena pantulan cahaya. Ambil ulang di dekat jendela kalau hasil pertama meragukan. Soalnya kalau berkasnya ditolak, Anda harus mengulang pendaftaran dari awal dan menunggu satu hari kerja lagi.

Langkah-langkahnya

  1. Buka idebku.ojk.go.id lewat browser.
  2. Pilih menu Pendaftaran.
  3. Isi data awal: jenis debitur (perseorangan atau badan usaha), kewarganegaraan, dan nomor KTP.
  4. Lengkapi formulir yang muncul setelahnya.
  5. Unggah foto KTP asli dan swafoto memegang KTP.
  6. Kirim, lalu tunggu. Hasil iDeb dikirim ke email yang Anda daftarkan dalam 1 hari kerja setelah pendaftaran.

Catat frasa "hari kerja" itu baik-baik. Daftar Jumat sore artinya laporan baru sampai awal pekan berikutnya, dan itu masih normal.

Menarik iDeb atas nama sendiri tidak memengaruhi penilaian bank. Yang dibaca bank adalah isi laporannya, bukan berapa kali Anda memeriksanya.

Membaca laporan iDeb yang sudah di tangan

Bagian ini yang jarang dibahas. Laporan sudah masuk email, isinya tabel-tabel, lalu banyak orang berhenti di situ karena tidak tahu harus melihat apa. Padahal justru di sini nilai gunanya.

Daftar fasilitas kredit

Baca satu per satu, dari atas sampai bawah. Yang paling berguna justru baris-baris yang tidak Anda ingat. Kartu kredit lama yang tidak pernah dipakai tapi belum pernah ditutup resmi. Paylater dari aplikasi belanja yang dulu dipakai sekali lalu ditinggal. Cicilan handphone yang sudah lunas bertahun-tahun lalu tapi masih tercatat aktif.

Fasilitas yang tercatat aktif tetap dihitung sebagai kewajiban, walaupun saldonya nol dan Anda merasa sudah selesai dengan produk itu. Ini juga alasan kenapa hitungan DSR yang Anda buat sendiri kadang meleset jauh dari versi bank: bank menghitung dari daftar ini, bukan dari ingatan Anda.

Untuk tiap baris, cocokkan empat hal dengan catatan pribadi Anda: nama lembaga yang melaporkan, jenis fasilitasnya, plafon atau limitnya, dan status terakhirnya. Baris yang keempat-empatnya cocok bisa Anda lewati. Baris yang salah satunya meleset itu yang perlu ditandai dan ditindaklanjuti.

Kartu kredit menyimpan jebakan tersendiri. Yang dibaca sebagai kewajiban bukan tagihan bulan berjalan, melainkan limitnya. Kartu dengan limit Rp 30 juta yang tidak pernah digesek tetap muncul sebagai fasilitas aktif dengan limit segitu. Kalau Anda punya tiga kartu warisan zaman kerja pertama dan sudah tidak butuh, menutupnya secara resmi sebelum mengajukan KPR akan merapikan daftarnya.

Kolektibilitas

Tiap fasilitas punya status kolektibilitas, yaitu penanda kualitas pembayaran yang dilaporkan lembaga keuangan ke SLIK. Yang perlu Anda lakukan sederhana: lihat statusnya, cocokkan dengan ingatan Anda soal fasilitas itu, dan tandai yang tidak sesuai.

Soal bagaimana tiap bank menimbang status itu dalam keputusan kreditnya, tidak ada rumus baku yang berlaku sama di semua bank. Kebijakan internal tiap lembaga berbeda, dan tidak ada satu angka pun yang otomatis berarti pengajuan pasti ditolak atau pasti lolos. Yang bisa Anda kendalikan adalah memastikan datanya benar sebelum ada yang membacanya.

Data yang keliru

Laporan SLIK disusun dari data yang dilaporkan tiap lembaga keuangan, dan pelaporan bisa meleset. Pinjaman yang sudah lunas tapi belum di-update statusnya. Nama yang mirip. Fasilitas yang tidak pernah Anda ajukan sama sekali.

Kalau ketemu yang seperti ini, jalur perbaikannya lewat lembaga yang melaporkan data tersebut, bukan lewat OJK. OJK mengelola sistemnya, tapi isi laporan tiap fasilitas adalah tanggung jawab lembaga yang mengirimnya. Jadi mengadu ke pihak yang salah cuma memperpanjang urusan.

Langkahnya: hubungi bank atau multifinance yang bersangkutan, tunjukkan baris yang keliru di laporan iDeb Anda, lalu minta surat keterangan lunas atau koreksi datanya. Setelah itu pastikan mereka benar-benar memperbarui laporannya ke SLIK, karena surat keterangan di tangan Anda tidak otomatis mengubah data di sistem. Beberapa pekan setelahnya, tarik iDeb sekali lagi untuk memastikan koreksinya sudah masuk.

Nah, rangkaian bolak-balik itulah yang bikin urutannya penting. Menariknya sekarang, saat belum ada uang yang keluar, jauh lebih nyaman daripada menariknya waktu berkas KPR sudah di meja analis kredit.

Urutan yang lebih masuk akal

Booking fee mengunci unit, dan sejak saat itu jadwal mulai berjalan. Tarik iDeb sebelum titik itu, bukan sesudahnya. Prosesnya satu hari kerja, biayanya nol, dan hasilnya menentukan apakah Anda maju sekarang atau beres-beres dulu selama beberapa bulan.

Kalau laporannya bersih, Anda datang ke marketing gallery dengan posisi yang jelas dan bisa langsung bicara angka. Untuk pembeli yang sedang menimbang Rumah Emerald 70 di Jl. Raya Perjuangan — dua lantai, LT 47,25 m², LB 70 m², di harga Rp 700 Jt-an dengan PPN sudah termasuk — kepastian itu memangkas banyak drama di belakang.

Kalau ternyata ada yang perlu dibereskan, Anda tahu sekarang, saat belum ada uang yang keluar dan belum ada tenggat yang mengejar. Itu kabar yang jauh lebih enak diterima dari file PDF ketimbang dari surat penolakan bank.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan nasihat keuangan. Keputusan pemberian kredit sepenuhnya ada pada masing-masing bank sesuai kebijakan internalnya. Prosedur dan persyaratan iDebKu dapat berubah sewaktu-waktu. Periksa ketentuan terbaru langsung di idebku.ojk.go.id.